SEJARAH SEPEDA LISTRIK
Sepeda motor listrik adalah kendaraan tanpa bahan bakar minyak yang digerakkan oleh dinamo dan akumulator. Seiring dengan mencuatnya masalah pemanasan global dan kelangkaan BBM maka kini produsen kendaraan berlomba-lomba menciptakan kendaraan hibrida, dan sepeda motor listrik termasuk salah satu di dalamnya. Sampai sekarang di Indonesia telah tersedia tipe dengan kecepatan 60 km/jam, dilengkapi rem cakram, lampu penerangan dekat dan jauh, lampu sein, lampu rem serta klakson.
Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan menegaskan kendaraan ini tidak
memerlukan STNK. Disamping itu, Dinas Perhubungan menambahkan pernyataan
juga tidak diperlukannya BPKB.
Bahkan
penjualan sepeda motor listrik di negara negara tersebut di tahun tahun
sebelumnya telah menunjukkan trend yang terus meningkat. Namun motor
ini sosoknya lebih pas disebut sebagai Sepeda Listrik yang memiliki Accu
kering yang dapat menyimpan energi listrik yang dapat menggerakan
Dinamo yang ada di Sepeda Listrik tsb.
Bukan
rahasia umum lagi hampir seluruh perusahaan pembuat mobil terkemuka
didunia berlomba menciptakan kendaraan dengan sumber tenaga alternatif.
Selain Bensin, ada Fuel Cell atau kombinasi Dry Cell dan Fossil Fuel
yang biasa kita dengar dengan nama Kendaraan Hybrid.
Sebenarnya
riset dan pengembangan EV ( Electric Vehicle ) sebagai pengganti
Bensin telah dimulai pada tahun 1990 an, namun masih belum dapat
menembus pasar mobil bensin karena harganya yang relative mahal.
Dari
berbagai jenis kendaraan listrik yang pernah dikembangkan, ternyata
sepeda motor listriklah yang paling sukses dikembangkan dan
disosialisasikan, terutama di Amerika, Eropa, Cina dan Jepang.
Dinegara
negara tersebut, pemakaian sepeda motor listrik telah sangat meluas,
mulai dari kendaraan di dalam kompleks, kendaraan kerja, sekolah, hingga
instansi.
Pasalnya kendaraan ini dapat menghemat biaya, lebih murah, dan ramah lingkungan serta super irit.
Sumber Tenaga
Secara umum sumber tenaga sebuah sepeda motor hibrida adalah akumulator,
tapi perkembangan dalam sel bahan bakar menyebabkan terciptanya
beberapa prototipe menggunakannya. Beberapa contoh misalnya ENV dari
Intelligent Energy memanfaatkan proses Fuel Cell hidrogen, pada Honda
teknologi ini diberi nama Honda FC Stack, dan FC-AQEL[2] pada Yamaha.
Terdapat pula sepeda motor listrik-hibrida berbahan bakar yang sedang
dikembangkan. Contoh jenis ini misalnya adalah Ecycle, dan Gen-RYU[3]
dari Yamaha. .
Dan kini banyak dilakukan inovasi dan terobosan baru dalam menciptakan
jenis baterai sebagai sumber energi yang dapat menunjang jarak tempuh
kendaraan ini.
Kinerja kendaraan
Jarak tempuh terjauh yang dapat dicapai oleh sepeda motor listrik di
Indonesia pun telah meningkat secara signifikan menjadi 80km dan untuk
jarak tempuh sedemikian hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 900.[4]
Sedang untuk jalan menaik kendaraan mampu naik dengan sudut kemiringan
sampai 30 derajat. Waktu yang diperlukan untuk mengisi penuh akumulator
adalah 8 jam dan akumulator dapat diisi kapan saja tanpa menunggu habis.
Dan ini semua terus bergulir seperti yg terangkum dalam uraian sejarah
di bawah ini.
Sepeda motor listrik ini dapat dipakai melewati jalan yang tergenang air
atau dicuci, yang terpenting dinamo tidak tergenang air.
SUMBER : http://motorlistrik-sepeda.blogspot.com/2012/12/sejarah-sepeda-listrik.html
Thank you infonya :D
BalasHapus